WASHINGTON, D.C. - Organisasi Corus, Lutheran World Relief, dengan bangga mengumumkan peluncuran proyek MECIHO Accelerator (MECIHO-A) di Indonesia, yang didanai oleh The Starbucks Foundation. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi sebelumnya di Indonesia, termasuk proyek Kopi Nande dan MECIHO, yang secara langsung memberdayakan lebih dari 10.000 perempuan dan keluarganya, serta memberikan dampak kepada hampir 44.000 orang di Sumatera Utara.
Proyek MECIHO-A, yang berlangsung hingga Januari 2028, memperkuat kemampuan kewirausahaan, keuangan dan kepemimpinan bagi 10.000 perempuan sekaligus meningkatkan kesehatan, sanitasi dan kondisi kehidupan keluarga di daerah penghasil kopi di Kabupaten Karo dan Deliserdang. Para tokoh inspiratif dari proyek Kopi Nande dan MECIHO sebelumnya akan tetap terlibat sebagai mentor bagi para peserta di komunitas yang baru.
Sorotan utama dari MECIHO-A
- Bank sampah: MECIHO-A memperluas model bank sampah Lutheran World Relief yang bekerja sama dengan anggota masyarakat untuk membangun usaha yang mendaur ulang, mendaur ulang secara kreatif (upcycle), memperbaiki, atau membuang sampah yang dikumpulkan oleh masyarakat. Usaha-usaha ini meningkatkan kondisi ekonomi keluarga yang rentan sekaligus membantu mengurangi polusi dan sampah di masyarakat.
- Komite WASH: Proyek ini mendorong kepemimpinan perempuan melalui komite air, sanitasi, dan kebersihan (WASH).
- Akses terhadap keuangan: MECIHO-A menggunakan kerangka kerja Lutheran World Relief yang telah terbukti, menawarkan literasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan keterampilan pemasaran untuk memberdayakan para peserta.
- Pengembangan masyarakat berbasis seni (ABCD): Aspek kunci dari program ini memanfaatkan bentuk-bentuk seni tradisional untuk melibatkan seluruh masyarakat dalam mendorong perubahan norma dan menumbuhkan kepemimpinan di bidang WASH yang mencerminkan keberagaman masyarakat yang lebih luas.
- Kolaborasi sektor swasta-publik: Lutheran World Relief bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kabupaten serta Starbucks Farmer Support Center untuk mencapai tujuan proyek. Hal ini mencakup pelatihan pertanian dari Starbucks Farmer Support Center dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan kegiatan proyek melengkapi tindakan pemerintah yang telah direncanakan.
Lutheran World Relief di Indonesia dan Sekitarnya
Lutheran World Relief telah bekerja di Indonesia sejak tahun 2004, menangani kebutuhan darurat dan pembangunan dengan membangun ketangguhan berbasis masyarakat melalui peningkatan mata pencaharian, ketahanan pangan, praktik pertanian yang baik, dan pengurangan risiko bencana. Pekerjaan Lutheran World Relief di Indonesia berfokus pada komunitas petani kopi di Aceh, Sumatra Utara, dan Flores. Sejak tahun 2014, Lutheran World Relief telah aktif di Kabupaten Karo, membantu masyarakat pulih dari letusan Gunung Sinabung dan sebelumnya bekerja dengan petani kakao di Deliserdang.
Lutheran World Relief aktif di komunitas-komunitas yang menanam kopi di seluruh dunia dan juga berkolaborasi dengan The Starbucks Foundation di Kolombia. Melalui kiprahnya di komunitas kopi dan kakao, Lutheran World Relief telah mendorong penerapan praktik-praktik terbaik di bidang pertanian, menetapkan norma-norma tata kelola baru, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat serta penggunaan praktik-praktik terbaik di bidang WASH. Lutheran World Relief bertindak sebagai penghubung para pemangku kepentingan di seluruh rantai nilai untuk meningkatkan kehidupan petani, yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan bagi keluarga, perempuan, anak perempuan, dan semua anggota masyarakat.